WAKTU SIKLUS ALAT BERAT
1. Backhoe/excavator
Backhoe/excavator adalah alat untuk penggali,
pengangkat maupun pemuat tanpa
harus berpindah tempat
menggunakan tenaga power take off dari mesin yang dimiliki,
yang terdiri dari tiga bagian utama
sebagai berikut :
a.
Bagian
atas revolving unit (bisa berputar)
b.
Bagian
bawah travel unit (untuk berjalan,
gerak maju dan mundur)
c.
Bagian attachment adalah perlengkapan yang
dapat diganti sesuai kebutuhan.
Produktivitas backhoe/excavator dinyatakan
dengan rumus :
Produksi per
siklus,
Dimana :
P
|
= produksi
per jam (m3/jam);
|
q
|
=
produktivitas per siklus (m3);
|
E
|
= faktor
efisiensi;
|
Cm
|
= waktu
siklus backhoe/excavator;
|
q1
|
= kapasitas bucket (m3);
|
K
|
= faktor bucket.
|
2. Dump truck
Dump truck suatu alat yang berfungsi
memindahkan suatu material dari suatu tempat ke tempat lain. Umumnya dikenal tiga macam dump truck :
1.
Side dump truck (penumpahan ke samping),
2.
Rear dump truck (penumpahan ke belakang),
3.
Rear and Side dump truck (penumpahan ke belakang dan ke samping).
Dump truck suatu alat angkut yang dipergunakan untuk memindahkan material pada
jarak menengah sampai jarak jauh. Pelaksanaan angkutan ini akan dipengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya waktu mengangkut, waktu kembali, waktu muat
dan menuang secara manuver. Jumlah
waktu dari gerakan ini merupakan waktu siklus dump truck.
Waktu siklus dump
truck terdiri dari waktu muat, waktu angkut, waktu kembali, waktu bongkar
muatan dan mengatur posisi serta dipengaruhi pula oleh beberapa faktor, antara
lain faktor kerja, kondisi kerja dan kondisi jalan kerja.
Hauling
|
Manuver out
|
Manuver in
|
8
|
8
|
8
|
Loading
|
8
|
8
|
Dumping
|
8
|
8
|
8
|
Manuver in
|
Manuver out
|
Return
|
Produksi per jam total dari beberapa dump truck yang sama dapat dihitung dengan rumus. Kombinasi, maka seyogyanya bahwa kapasitas operasi dump truck dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar A.2.1 : Waktu Siklus Dump
Truck
Sumber : Rochmanhadi (1982)
Kapasitas yang dipilih harus berimbang dengan alat
pemuatnya. Jika tidak berimbang akan terjadi antrian atau menunggu terlalu
lama, atau sebaliknya alat pemuat yang menunggu.
Perbandingan truck dan alat pemuat =
4-5 : 1 (kapasitas truck 4 sampai 5
kali bucket alat pemuat). Dengan
memperhatikan faktor untung dan rugi, kiranya cukup pertimbangan. Namun selain
itu juga harus diperhatikan situasi lokasi pekerjaan sehingga kapasitas dump truck harus sesuai dengan kebutuhan
dan efisiensi.
Produktivitas
dump truck dinyatakan dengan rumus.
Dimana :
P = produksi per jam (m3/jam); C =
produktivitas per siklus (m3); Et = faktor
efisiensi; Cmc
= waktu siklus dump truck;
M = jumlah dump truck yang bekerja (unit).
Faktor efisiensi
diperoleh dari rumus.
Produksi per siklus,
Dimana :
n = jumlah
siklus muat untuk memuati dump truck (kali);
q1 = kapasitas bucket (m3);
K = faktor bucket.
Persamaan
rumus yang digunakan jika dump truck dipakai
bersamaan dengan loader digunakan
rumus.
Cmt = waktu muat + waktu angkat + waktu buang dan stand by waktu kembali waktu tunggu;
Cmt = waktu siklus dump
truck (menit);
n = jumlah
siklus loader untuk mengisi dump truck (kali); Cms =
faktor siklus loader (menit);
D = jarak
angkut dump truck (meter);
V1 =
kecepatan maksimum bermuatan (km/jam);
V2 =
kecepatan maksimum tanpa beban (km/jam);
t1 = waktu
buang + waktu stand by sampai saat pembuangan atau dumping
dimulai (menit);
t2 = waktu untuk pengisian dan untuk loader
mulai mengisi (menit). Jumlah siklus alat
muat,
Dimana :
n = jumlah
siklus loader untuk mengisi dump truck (kali);
C1 = kapasitas muat dump truck (m3);
q1 =
kapasitas bucket loader (m3);
K = faktor bucket.
3. Wheel loader
Fungsi utama alat berat loader pada pekerjaan konstruksi adalah sebagai alat pemuat,
terutama untuk memuat material ke dalam dump
truck. Alat ini juga sering digunakan di stock pile untuk memindahkan material hasil pemecahan dari stone crusher. Loader terbagi atas dua jenis, yaitu :
a.
Crawler Loader
Loader jenis ini menggunakan ban dari besi (track)
yang cocok digunakan pada daerah dengan kondisi medan berat dengan
permukaan tanah yang tidak rata.
b.
Wheel Loader
Wheel
loader menggunakan ban karet
sehingga memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan crawler loader.
Wheel loader adalah suatu alat berat yang mirip dengan dozer shovel, tetapi beroda karet (ban) sehingga baik kemampuan
maupun kegunaannya sedikit berbeda yaitu hanya mampu beroperasi di daerah yang
keras dan rata, kering tidak licin karena traksi di daerah basah akan
rendah,tidak mampu mengambil tanah “bank”
sendiri atau tanpa dibantu dozing/stock
pilling terlebih dahulu dengan bulldozer.
Produktivitas wheel loader dinyatakan
dengan rumus.
Dimana :
Q = produksi alat per jam (m³/jam)
q = produksi tiap siklus
(m3) = q1 x k
q1 =
kapasitas bucket (m3)
k = faktor bucket
E =
faktor efisiensi kerja total
Ws = waktu siklus
q1 = kapasitas bucket munjung (m3);
Le = panjang blade efektif (m);
Cms = waktu siklus dari loader (menit);
Es = efisiensi kerja loader;
K = faktor bucket
Lo= lebar tumpang tindih/overlap (m);
w = lebar total untuk pekerjaan leveling
(m);
N = jumlah
trip yang dibutuhkan untuk mencapai permukaan yang
dikehendaki;
Le = panjang blade efektif (m);
Lo = lebar tumpang tindih/overlap (m);
n = jumlah
siklus motor grader.
4. Water tanker
Water tanker digunakan untuk mengangkut air, yang digunakan untuk menyiram permukaan
material yang dipadatkan
atau untuk keperluan lainnya. Pada proses pemadatan
lapisan pondasi bawah terlalu kering maka disiram air pada lapisan ini. Banyaknya air yang disiram dari mobil
tangki air ditentukan secara visual artinya kadar air yang disiramkan tidak melebihi kadar air optimum oleh pengawas lapangan sedemikian hingga agregat
tidak terlalu basah. Jika kadar air kurang
ditambahkan pada saat penggilasan pada pekerjaan pemadatan digunakan vibrator roller dengan bobot 8 ton.
Kepadatan umumnya dicapai dengan 8 sampai 10 passing
secara memanjang di atas lapisan pondasi bawah. Setelah pekerjaan lapisan
pondasi bawah selesai dilanjutkan dengan pekerjaan lapisan pondasi atas. Untuk
menghitung produktivitas kerja alat water
tank digunakan rumus.
Dimana :
Q =
produksi alat per jam (m³/jam);
n = pengisian tangki perjam
C =
kapasitas bak/volume tangki (m³);
E = faktor efisiensi kerja total
Wc =
kebutuhan air/m³ material padat
5. Vibrator roller
vibrator roller adalah alat yang memungkinkan digunakan secara luas dalam tiap jenis
pekerjaan pemadatan. Efek yang diakibatkan vibrator
roller adalah gaya dinamis terhadap tanah. Butir-butir tanah cenderung
mengisi bagian-bagian kosong yang terdapat diantara butir- butirnya. Sehingga
akibat getaran ini tanah menjadi padat, dengan susunan yang lebih kompak.
Menurut Soedrajat (1982), vibrator roller berfungsi sebagai alat pemadat. Untuk menghitung produktivitas kerja
alat vibrator roller digunakan rumus.
Dimana :
P =
produktivitas kerja vibrator roller (m3/jam);
W =
lebar roller (m);
S = kecepatan gerak alat (km/jam);
E =
efisiensi kerja alat;
N = jumlah lewat bolak-balik;
p = tebal pemadatan (m).
6. Compressor
Compressor adalah alat yang digunakan untuk membersihkan permukaan dari debu dan
kotoran lain. Apabila pada satu permukaan dilaksanakan pekerjaan prime coat atau tack coat, permukaan tersebut harus benar-benar bersih, sehingga
diperlukan compressor untuk membersihkannya.
Kapasitas produksi dinyatakan dalam m2/jam, yang berarti berapa luas
daerah yang dapat dibersihkan dalam setiap satu jam, kapasitas compressor adalah 6500 m2/jam.
Untuk menghitung produktivitas dan luas kerja alat compressor digunakan rumus.
Dimana :
P =
produktivitas kerja compressor (m2/jam);
W = lebar sapu putar compressor
(m);
S = kecepatan gerak alat
rata-rata (m/jam);
E =
efisiensi kerja alat; N
= jumlah lewat bolak-balik;
L = luas kerja
compressor (m2);
p = panjang area kerja compressor (m);
l = lebar
area kerja compressor (m);
7. Asphalt sprayer
Asphalt sprayer adalah mesin penyemprotan aspal cair (prime coat). Penyemprotan ini dilakukan setelah permukaan jalan
dibersihkan. Aspal yang dikeluarkan oleh mesin ini bukan hanya mengalir begitu
saja melainkan disemprot dengan kuat akan ditutupi dengan sempurna. Kapasitas
produksi asphalt sprayer dinyatakan
dengan rumus.
Dimana :
P = produktivitas kerja mesin asphalt sprayer;
w
= Lebar penyemprotan;
e = Efisiensi Alat kerja : 0,75%
s = Kecepatan Gerak (m/jam)
p = Tebal talk coat (m)
PRODUKTIFITAS ALAT BERAT
1. Backhoe/excavator
Backhoe/excavator
sering juga disebut pull shovel, adalah alat dari golongan
shovel yang khusus dibuat untuk
menggali material di bawah permukaan
tanah atau di bawah tempat kedudukan alatnya. Galian di bawah permukaan ini
misalnya parit, lubang untuk pondasi bangunan, lubang galian pipa dan sebagainya.
Keuntungan backhoe/excavator ini ialah
menggali sambil mengatur dalamnya galian yang lebih baik. Karena kekauan
konstruksinya, backhoe/excavator ini
lebih menguntungkan untuk penggalian dengan jarak dekat dan memuatkan hasil
galian ke truk.
Tipe backhoe/excavator dibedakan
dalam beberapa hal antara lain dari alat kendali dan undercarriage (bagian bawahnya).
Menurut alat kendali :
a)
Dengan
kendali kabel (cable controlled),
b)
Dengan kendali hidrolis (hydraulic controlled).
Menurut undercarriage-nya :
a) Roda rantai (crawler mounted),
b) Roda karet (wheel mounted).
Untuk mulai menggali dengan backhoe/excavator bucket dijulurkan ke
depan ke tempat galian, bila bucket sudah
pada posisi yang diinginkan lalu bucket diayun
ke bawah seperti dicangkulkan, kemudian lengan bucket diputar ke arah alatnya.
Setelah bucket terisi
penuh lalu diangkat dari tempat penggalian dan dilakukan swing, dan pembuangan material hasil galian dapat dilakukan ke truk
atau tempat yang lain.
2. Dump truck
Dump
truck merupakan alat angkut guna mengangkut muatan
material. Lamanya pelayanan angkutan dump truck ini dipengaruhi oleh memuat,
waktu menuju ketempat buangan dan kembali ketempat, selain dari pada itu juga
dipengaruhi oleh kondisi pada waktu pemuat dan waktu dumping. Jenis pekerjaan angkutan ini penulis mengamati peralatan dump truck merek mitsubishi berkapasitas 6 m3.
Perhitungan produktivitas dump truck dihitung dengan mengetahui
berapa lama siklus dari dump truck tersebut.
Dimulai dari berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi bak dump truck, berapa lama waktu yang diperlukan dump truck
berjalan ke lokasi penuangan material, berapa lama waktu yang diperlukan
untuk dump truck melakukan dumping dan berapa lama waktu siklus dump truck. Waktu siklus adalah didapat dengan menjumlahkan seluruh
elemen- elemen gerakan, dari dimuati, berjalan, dumping dan ke balik posisi dimuati. Produktivitas dump truck ditentukan oleh beberapa
faktor meliputi waktu kerja, kondisi kerja dan tata laksana. Faktor lain yang
mempengaruhi produktivitas dump truck adalah situasi dan kondisi
jalan kerja untuk mendapatkan efisiensi kerja yang tinggi, maka produktivitas
harus ditingkatkan.
3. Wheel loader
Wheel
loader bekerja dengan gerakan‐gerakan dasar pada bucket dan cara membawa muatan untuk dimuatkan ke
alat angkut (truck) atau alat yang lain. Gerakan bucket yang penting ialah menurunkan bucket di atas permukaan tanah, mendorong ke depan
(memuat/menggusur), mengangkat bucket,
membawa dan membuang muatan. Apabila material harus dimuatkan ke alat angkut (truck), misalnya truk, ada beberapa
cara•cara pemuatan ialah :
a.
V loading, ialah cara pemuatan dengan
lintasan seperti bentuk huruf V, Loading, truk berada di belakang loader, kemudian lintasan seperti
membuat garis tegak lurus,
b.
Cross loading, cara pemuatan dengan truk juga ikut aktif,
c.
Overhead loading, dengan loader khusus, bucket dapat
digerakkan melintasi di atas kabin operator.
Untuk menghitung produksi wheel
loader, faktor yang mempengaruhi adalah ukuran bucket, cycle time dan
kondisi kerja/efisiensi kerja. Seperti halnya pada alat lain, cycle time untuk loader terdiri atas “fixed
time” (waktu tetap) dan “variable
time” (waktu tidak tetap), waktu tetap yang diperlukan ialah untuk
gerakan-gerakan berikut :
a.
Raise time, ialah waktu dalam detik, yang diperlukan untuk menurunkan bucket
dari posisi dasar ke atas permukaan tanah,
b.
Lower time, ialah waktu dalam detik, yang diperlukan untuk menurunkan
bucket kosong dari posisi
tertinggi pada posisi dasar,
c.
Dump time, ialah waktu dalam detik, yang diperlukan untuk menurunkan
bucket dari posisi muat maksimal untuk membuang muatan (dump).
4.
Motor
Grader
Produktivitas dari motor grader dinyatakan dalam “waktu bekerjanya”, berbeda halnya
dengan produksi bulldozer atau
peralatan penggusur tanah lainnya, yang
dihitung dalam satuan volume yang
dikerjakan persatuan waktu. Hal ini bahwa yang penting adalah jumlah passing/lintasan yang diperlukan dalam
mengerjakan suatu medan, karena yang
diperlukan adalah waktu bekerja dari motor grader yang bersangkutan dalam
pekerjaan peralatan medan. Waktu ini tergantung dari syarat ketelitian yang
diperlukan untuk pekerjaan grading tersebut.
Umumnya kecepatan operasinya relatif
rendah dan konstan, hal ini memberikan kesempatan agar lebih cermat kepada
operator dalam pekerjaan gradingnya. Pengalaman operator sangat berpengaruh
terhadap kondisi “gradingnya”, sehingga dapat ditentukan berapa laluan (passing) yang diperlukan dalam “grading operation”, tentu saja hal ini
akan berpengaruh terhadap waktu bekerja, seperti termaksud di atas.
5.
Water Tanker
Water tanker digunakan untuk menyiram permukaan material yang dipadatkan. Water tanker yang digunakan proyek ini
memiliki kapasitas sebesar 4.500 liter.
6.
Vibrator roller
Vibrator
roller adalah alat pekerjaan pemadatan dan efek yang
di akibatkan gaya yang dinamis terhadap tanah. Sehingga akibat getaran ini
tanah menjadi padat, dengan susunan yang lebih kompak, pekerjaan vibrator roller ini menggunakan arus
bolak-balik yang dilakukan pada setiap siklus adalah rata-rata 6 kali arus
bolak-balik. Sistem pendorong, vibrasi dan sistem mengemudi di operasikan oleh
tekanan hidrostatis, untuk menjamin
penanganan yang termudah.
7.
Compressor
Compressor
adalah alat yang digunakan untuk membersihkan permukaan
dari debu dan kotoran lain. Apabila pada satu permukaan akan dilaksanakan
pekerjaan prime coat, permukaan
tersebut harus benar-benar bersih, sehingga diperlukan compressor untuk membersihkannya.
8.
Ashphalt sprayer
Asphalt
sprayer ini adalah alat penyemprotan aspal cair (prime coat). Penyemprotan ini dilakukan
setelah permukaan jalan dibersihkan, barulah disemprotkan aspal cair (prime coat).